<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9704">
 <titleInfo>
  <title>Representasi Promosi Dan Edukasi Dalam Video Labubu Di Akun Tiktok Pop Mart</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Raden Roro Gildha Eigiayuningdya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>LSPR</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Fenomena media social telah menciptakan peluang baru dalam strategi pemasaran digital, termasuk dalam industri mainan koleksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten video karakter Labubu pada akun TikTok Pop Mart sebagai bagian dari strategi komunikasi pemasaran. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten, penelitian ini memfokuskan pada aspek visual, naratif, penggunaan fitur TikTok, dan dampaknya terhadap persepsi audiens. Hasil analisis terhadap 19 konten video menunjukkan bahwa Pop Mart berhasil memanfaatkan storytelling visual, desain kreatif, serta penggunaan musik dan tren TikTok untuk membangun keterikatan emosional dengan audiens. Setiap konten mengandung unsur edukatif, informatif, dan persuasif yang dikemas secara harmonis untuk memperkuat citra karakter Labubu. Strategi penggunaan hashtag populer dan visual yang menarik terbukti efektif dalam meningkatkan engagement audiens. Selain itu, fenomena Fear of Missing Out (FOMO) turut memperkuat daya tarik koleksi Labubu di kalangan konsumen muda. Penelitian ini menegaskan bahwa konten visual kreatif berbasis storytelling di platform seperti TikTok memiliki pengaruh signifikan dalam membangun brand loyalty dan memperluas jangkauan pasar. Temuan ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi komunikasi pemasaran di era digital, khususnya dalam industri mainan koleksi, dan memberikan rekomendasi tentang pentingnya konsistensi visual, kekuatan naratif, serta pemanfaatan fitur-fitur media social dalam membangun hubungan emosional dengan audiens.&#13;
&#13;
Kata Kunci: TikTok, Pop Mart, Labubu, Storytelling, Pemasaran Digital.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Marketing Communication</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>2025</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Skripsi-Kualitatif</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Olivia Hutagaol, M.Si.</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Raden Roro Gildha Eigiayuningdya</topic>
 </subject>
 <classification>NONE</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Library LSPR Institute of Communication and Business Amani Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>S1.MKT.083.25</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">S102826SP</numerationAndChronology>
    <sublocation>Hanya Tersedia Softcopy</sublocation>
    <shelfLocator>S1.MKT.083.25</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:digitals/>
 <slims:image>sampul_skripsi.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9704</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-12-24 13:55:45</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-12-30 14:19:41</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>